A. Visi

Visi Badan Perencana Pembangunan Kota Palangka Raya adalah: Terwujudnya Perencanaan Pembangunan yang Berkualitas, Berkelanjutan, Berwawasan Lingkungan dan Komprehensif”.

B. Misi

  1. Mewujudkan sumberdaya manusia perencana pembangunan daerah yang berkualitas dan professional.
  2. Mewujudkan rencana pembangunan yang berkelanjutan dan berwawasan lingkungan.
  3. Meningkatkan koordinasi perencanaan, pelaksanaan, dan pengendalian pembangunan.
  4. Mewujudkan penanaman modal, penelitian, dan pengembangan informasi/data statistik daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
  5. Meningkatkan kualitas pelayanan.

C. Tujuan

Tujuan merupakan penjabaran atau implementasi dari pernyataan misi dan tujuan sebagai hasil akhir yang akan dicapai atau dihasilkan dalam jangka waktu 4 (empat) tahun. Tujuan ditetapkan dengan mengacu kepada pernyataan visi dan misi sehingga rumusannya harus dapat menunjukkan suatu kondisi yang ingin dicapai di masa mendatang. Untuk itu tujuan disusun guna memperjelas pencapaian sasaran yang ingin diraih dari masing-masing misi.

Tabel 4.1

Misi dan Penjabaran Tujuan

No Misi Tujuan
1 2 3
1 Mewujudkan sumberdaya manusia perencana pembangunan daerah yang berkualitas dan profesional
  1. Meningkatkan kualitas SDM perencana pembangunan yang handal
  2. Meningkatkan  efisiensi dan  efektivitas kinerja perencana pembangunan
2 Mewujudkan rencana pembangunan yang  berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan
  1. Menyusun rencana pembangunan daerah dengan memperhatikan lingkungan budaya dan kearifan lokal
  2. Merancang program pembangunan yang bertahap, berkelanjutan dan berorientasi kepada kondisi lingkungan
3 Meningkatkan koordinasi perencanaan pelaksanaan, dan pengendalian  pembangunan
  1. Meningkatan koordinasi pelaksanaan pembangunan daerah
  2. Mewujudkan kerjasama pembangunan
4 Mewujudkan penanaman modal penelitian, dan pengembangan informasi/data statistik daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat
  1. Menginformasikan dan mempromosikan potensi dan peluang penanaman modal
  2. Menyajikan informasi/data statistik daerah
  3. Peningkatan peran & fungsi Litbang sebagai bahan kebijakan perencanaan & evaluasi pembangunan
5 Meningkatkan kualitas pelayanan
  1. Memberikan pelayanan prima kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan daerah
  2. Mewujudkan pelayanan prima kepada lintas SKPD dan lintas kewilayahan
  1. D. Sasaran

Sasaran merupakan hasil yang akan dicapai dalam rumusan yang spesifik, terukur, dalam kurun waktu tertentu secara berkesinambungan sejalan dengan tujuan yang ditetapkan.

Tabel 4.2

Tujuan dan Sasaran

No Tujuan Sasaran
Uraian Indikator
1 2 3 3

1

1.  Meningkatkan kualitas SDM perencana pembangunan yang handal

2.  Meningkatkan efektivitas kinerja perencana pembangunan

  1. Meningkatkan kualitas SDM perencana pembangunan melalui pendidikan formal dan teknis fungsional

b. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas pengelolaan keuangan di Bappeda

a. Prosentase meningkatnya SDM

perencana pembangunan

b. Meningkatnya efisiensi

dan efektivitas pengelolaan

keuangan di Bappeda

2

1.  Menyusun rencana pembangunan daerah dengan memperhatikan lingkungan dan potensi lokal

2.  Merancang program pembangunan yang bertahap, berkelanjutan dan berorientasi kepada masyarakat dan kondisi lingkungan

  1. Menyusun rencana pembangunan daerah dengan memperhatikan lingkungan budaya dan kearifan lokal

b.  Merancang program pembangunan ekonomi berorientasi kepada masyarakat

  1. Tersusunnya dokumen rencana pembangunan daerah yang memuat semua tahapan pembangunan

b. Terselenggaranya Musrenbang rencana pembangunan Kota, Kecamatan dan Desa

  1. Tersusunnya masterplan pembangunan  ekonomi daerah, pengembangan ekonomi masyarakat, penanggulan kemiskinan dan kawasan kumuh

d.  Terkoordinasinya penyusunan masterplan pendidikan, kesehatan, pembangunan sosial budaya

3

  1. Meningkatan koordinasi pelaksanaan pembangunan daerah
  1. 2. Mewujudkan peningkatan kapasitas kelembagaan perencanaan pembangunan
  1. Mengkoordinasikan pelaksanaan pembangunan lintas SKPD/lintas kewilayahan

b. Melaksanakan sosialisasi perencanaan pembangunan daerah dan memberikan bimbingan teknis

  1. Meningkatkan koordinasi pelaksanaan pembangunan lintas SKPD dan lintas kewilayahan
  1. Meningkatnya sosialisasi produk-produk perencanaan pembangunan

c. Meningkatnya koordinasi monitoring, dan evaluasi

pelaksanaan pembangunan

4

  1. 1. Menginformasikan dan
  2. mempromosikan potensi dan
  3. peluang penanaman modal
  4. Menyajikan informasi/data statistik daerah
  5. Peningkatan peran & fungsi Litbang sebagai bahan perencanaan & evaluasi pembangunan
  1. Penyusunan potensi penanaman modal sektor  jasa perkotaan  dan profil daerah
  2. Penyusunan dan pengum-pulan data/informasi kebutuhan dokumen perencanaan
  3. Terkoordinirnya penelitian dan pengembangan untuk mendukung perencanaan dan pelaksanaan pembangunan
  1. Tersusunnya updating potensi penanaman modal sektor  jasa perkotaan  dan profil daerah
  2. Tersusunnya data/informasi dan buku statistik pembangunan daerah.
  3. Peningkatan fungsi kelitbangan

d.  Meningkatnya kapasitas kelembagaan Litbang dan kualitas hasilpenelitian

5

1.  Meningkatnya pelayanan prima kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan daerah

2.  Mewujudkan pelayanan prima kepada lintas SKPD dan lintas kewilayahan

a. Meningkatkan

sarana dan prasarana serta fasilitasi perencanaan

pembangunan dengan

pemangku kepentingan

(stakeholders)

b.  Meningkatkan fasilitas pendukung data perencana

pembangunan

a. Meningkatnya sarana dan  prasarana serta fasilitasi  perencanaan pembangunan dengan stakeholders

b. Meningkatnya fasilitas

pendukung data

perencana

pembangunan

  1. E. Strategi

Strategi adalah langkah-langkah berisikan program-program indikatif untuk mewujudkan visi dan misi. Supaya misi dapat dicapai maka mesti ada keselarasan antara tujuan dan strategi. Dengan demikian, strategi merupakan cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan dan program-program.

1. Analisis Lingkungan Strategis

a. Identifikasi Kekuatan, Kelemahan, Peluang dan Tantangan

Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal Bappeda Kota Palangka Raya yang berhasil diidentifikasi antara lain :

Tabel 4.3. Identifikasi Analisis Faktor Lingkungan Internal dan Eksternal

FAKTOR INTERNAL
NO KEKUATAN – S NO KELEMAHAN – W
S1

S2

S3

S4

S5

Struktur Organisasi yang jelas

Sarana / prasarana Kerja yang memadai

Sumber pembiayaan yang cukup untuk kelancaran pelaksanan tugas

Kuantitas SDM yang memadai.

Motivasi bekerja yang kuat

W1

W2

W3

W4

W5

Belum meratanya kapasitas dan kualitas SDM perencana

Suasana kerja yang belum kondusif.

Kurangnya koordinasi internal & antar bidang

Belum optimalnya sistem pengelolaan data base perencanaan.

Lemahnya pelaksanaan evaluasi

FAKTOR EKSTERNAL
NO PELUANG – O NO ANCAMAN – T
O1

O2

O3

O4

O5

Kesempatan mengikuti Pendidikan dan latihan

Dukungan database dari SKPD lain

Perkembangan teknologi

Kerjasama dengan pihak lain dalam bidang perencanaan pembangunan

Komitmen SKPD lain untuk melaksanakan sistem perencanaan

T1

T2

T3

T4

T5

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan parsitipatif.

Tuntutan dan aspirasi semakin beragam dengan berbagai kepentingan yang semuanya harus ditampung dan diperhatikan

Sering berubahnya peraturan perundangan

Kurangnya koordinasi antar SKPD.

Adanya Perbedaan Persepsi tentang mekanisme Perencanaan Pembangunan antara Legislatif dan Eksekutif.

b. Faktor Kunci Keberhasilan

1. Penilaian Faktor Internal dan Eksternal

Faktor Kunci Keberhasilan merupakan hasil pengembangan informasi yang diperoleh dari unsur-unsur perencanaan Strategis sebelumnya. Analisis lingkungan internal dan eksternal yang dilakukan menjadi landasan kritis dalam merancang strategi.

Faktor Kunci Keberhasilan adalah faktor yang memiliki total nilai bobot (TNB) terbesar diantara faktor-faktor yang berpengaruh terhadap sasaran yang akan dicapai. Faktor Kunci Keberhasilan juga disebut sebagai kekuatan kunci.

Untuk menilai tingkat urgensi tiap faktor maka digunakan metode komparasi. Metode komparasi yaitu suatu metode untuk menentukan urgen atau tingkat kepentingan satu faktor dibandingkan dengan faktor-faktor lainnya, guna menentukan faktor mana yang lebih urgen. Pembobotan dilakukan dengan menggunakan skala Likert. Adapun hasil penilaian terhadap tingkat urgensi faktor disajikan dalam matriks berikut.

Tabel 4.4. Matrik Urgensi Faktor Internal

STRENGTH NILAI URGENSI

(NU)

BOBOT FAKTOR

(BF)

S1

S2

S3

S4

S5

3

3

4

3

3

3 / 36 x 100% = 8,33%

3 / 36 x 100% = 8,33%

4 / 36 x 100% = 11,11%

3 / 36 x 100% = 8,33%

3 / 36 x 100% = 8,33%

WEAKNESS
W1

W2

W3

W4

W5

4

4

4

4

4

4 / 36 x 100% = 11,11%

4 / 36 x 100% = 11,11%

4 / 36 x 100% = 11,11%

4 / 36 x 100% = 11,11%

4 / 36 x 100% = 11,11%

JUMLAH 36 100%

Tabel 4.5. Matrik Urgensi Faktor Eksternal

OPPORTUNITY NILAI URGENSI

(NU)

BOBOT FAKTOR

(BF)

O1

O2

O3

O4

O5

4

4

3

2

3

4 / 30 x 100% = 13,33%

4 / 30 x 100% = 13,33%

3 / 30 x 100% = 10,00%

2 / 30 x 100% = 6,66%

3 / 30 x 100% = 10,00%

THREATS
T1

T2

T3

T4

T5

4

3

2

3

2

4 / 30x 100% = 13,33%

3 / 30x 100% = 10,00%

2 / 30x 100% =  6,66%

4 / 30x 100% = 13,33%

2 / 30x 100% = 6,66%

JUMLAH 30

2. Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal

Tabel evaluasi faktor internal dan eksternal mengandung kolom dengan pengertian sebagai berikut :

•    Nilai Urgensi (NU) ditentukan dari Tabel 4.4. dan 4.5

  • Bobot Faktor (BF). Tiap faktor dibobot tingkat urgensinya. Tingkat urgensinya dinyatakan dalam Bobot Faktor (BF) dan satuan ukurannya adalah %. Rumus BF = NU/Σ NU x 100%. ditentukan dari tabel 4.4. dan 4.5.
  • Nilai Dukungan Faktor (ND). Tiap faktor sebenarnya merupakan input yang harus dikelola dengan baik agar memberikan dukungan yang istimewa atau selalu maksimal sehingga menjadi unggul dalam meraih sukses yang lebih besar. ND tiap faktor diukur dengan skala nilai 1-5.
  • NBD (Nilai Bobot Dukungan) ditentukan dengan rumus: NBD= ND X BF
  • Nilai Keterkaitan (NK) adalah nilai Keterkaitan suatu faktor dibandingkan dengan faktor lainnya dan dengan skala 1-5.
  • Nilai Rerata Keterkaitan (NRK) adalah jumlah nilai NK dibagi 19 sebagai rata-rata keterkaitan. Rumus NRK = Σ NK / (ΣNK-1).
  • Nilai Bobot Keterkaitan (NBK) tiap faktor dihitung dengan rumus : NBK = NRK X BF
  • Total Nilai Bobot (TNB). TNB tiap faktor dapat dihitung dengan memakai rumus : NBD + NBK = TNB.
  • Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) merupakan peringkat prioritas dari TNB terbesar dari masing-masing faktor. Disini hanya ada dua FKK sebagai bahan untuk analisis berikutnya.

Tabel 4.6. Evaluasi Faktor Internal dan Eksternal

No FAKTOR-FAKTOR NU BF% ND NBD NILAI KETERKAITAN NRK NBK TNB FKK
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20
Faktor Internal

Kekuatan

1 Struktur organisasi yang jelas 3 8,57 2 17,14 3 3 4 4 4 4 3 3 3 3 3 3 4 4 4 3 3 4 4 3.42 27,7 43.95
2 Sarana/prasarana Kerja yang memadai 3 8,57 3 25,71 3 3 4 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 4 4 3 2 4 4 3,78 32,39 58,1 2
3 Sumber pembiayaan yang cukup untuk kelancaran pelaksanaan tugas 4 11,42 4 45,68 4 3 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 2 3 3 3,10 35,46 81,14 1
4 Kuantitas SDM yang memadai 3 8,57 3 25,71 3 2 3 3 3 2 3 3 3 4 3 3 4 4 3 3 2 2 2 2,89 24,81 50,52
5 Motivasi bekerja yang kuat 3 8,57 2 17,14 2 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 2,84 24,35 41,49
Kelemahan 275,2
6 Belum meratanya kapasitas dan kualitas SDM perencana 4 11,42 4 45,68 2 3 3 3 3 3 4 5 5 3 3 3 4 3 3 3 2 3 2 3,16 36,03 81,71 1
7 Suasana kerja yang belum kondusif 4 11,42 4 45,68 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 4 3 3 3 2 4 2 2,78 31,85 77,53
8 Kurangnya koordinasi internal & antar bidang 4 11,42 4 45,68 4 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2,78 31,85 77,53
9 Belum optimalnya sistem pengelolaan database perencanaan 4 11,42 4 45,68 4 3 3 3 3 1 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 3 2 2 2,84 32,45 78,31 2
10 Lemahnya pelaksanaan evaluasi 3 8,57 3 25,71 3 3 3 3 2 2 2 3 3 3 3 3 2 2 3 3 3 2 4 2,74 23.48 49,19
35 100 405,76
No FAKTOR-FAKTOR NU BF% ND NBD NILAI KETERKAITAN NRK NBK TNB FKK
1 2 3 4 5 6 7 8 9 10 11 12 13 14 15 16 17 18 19 20

Faktor Eksternal Peluang
11 Kesempatan mengikuti Pendidikan dan pelatihan 4 13,3 3 39,9 3 2 3 3 3 3 4 2 3 3 3 3 2 2 3 2 3 2 2 2,63 34,9 74,8 1
12 Dukungan database dari SKPD lain 4 13,3 2 26,6 3 3 3 3 3 4 2 3 3 4 3 3 4 4 4 3 2 4 4 3 39,9 66,5
13 Perkembangan teknologi 3 10 3 30,0 4 3 3 3 3 4 3 3 3 4 4 4 4 4 3 3 2 3 3 3,42 34,2 64,2
14 Kerjasama dgn  pihak lain  bidang peren  pemb. 2 6,67 1 6,67 2 3 3 4 3 3 2 3 3 3 3 3 3 2 2 2 2 2 2 2,74 18,3 24,97
15 Komitmen SKPD utk melaksanakan sistem perencanaan 3 10 4 40,0 3 2 2 4 4 4 3 3 3 4 4 4 2 3 3 3 2 3 2 3,16 31,6 71,6

320,1

2
Ancaman
16 Kurangnya pemahaman masyarakat tentang sistem dan mekanisme peren. pemb. parsitipatif 3 10 3 30,0 2 3 3 3 3 3 4 5 5 3 3 3 4 3 2 3 2 2,84 28,4 58,9 2
17 Bervariasinya tuntutan dan aspirasi  harus diakomodir 3 10 3 30,0 3 3 3 2 3 2 2 3 3 2 3 4 3 4 3 3 3 4 3 2,89 28,9 58,9
18 Sering berubahnya peraturan perundangan 2 6,67 3 20,0 3 4 4 4 3 4 4 4 3 4 4 3 2 4 3 3 3 3 4 3,47 23,1 43,1
19 Kurangnya koordinasi antar SKPD 4 13,3 4 53,3 2 2 3 4 3 2 4 2 4 4 4 2 3 3 3 4 3 3 4 3,16 42,0 95,3 1
20 Persepsi antara Legislatif dan Eksekutif  berbeda dlm perencanaan pemb. 3 10 1 10 2 2 3 4 3 2 3 3 3 2 4 2 2 4 3 3 3 2 2 2,74 27,4 37,4

293,6

30 100

3. Penetapan Faktor Kunci Keberhasilan

Berdasarkan besarnya TNB tiap faktor dapat dipilih faktor yang memiliki TNB paling besar sebagai Faktor Kunci Keberhasilan (FKK) organisasi atau unit kerja dalam mencapai misi. FKK itu merupakan faktor-faktor strategis. Dari tiap kategori strengths, weaknesses, opportunities, and threats masing-masing di pilih 2 FKK berdasarkan urutan TNB. Cara menentukan FKK dilakukan dengan proses sebagai berikut :

  • FKK dipilih dari nilai TNB terbesar.
  • Bila nilai TNB sama, pilih nilai NBD terbesar.
  • Bila nilai NBD sama, pilih nilai NBK terbesar.
  • Bila nilai NBK sama, pilih nilai BF terbesar.
    • Bila masih sama, maka pilih berdasarkan pengalaman dan pertimbangan rasional.

Lebih jauh tentang dua kekuatan terpilih dari masing-masing faktor dapat dilihat dalam tabel berikut.

Tabel 4.7. Faktor-Faktor Kunci Keberhasilan

INTERNAL
NO KEKUATAN – S NO KELEMAHAN – W
1

2

Sumber pembiayaan yang cukup untuk kelancaran pelaksanan tugas.

Sarana / prasarana Kerja yang memadai.

1

2

Belum meratanya kapasitas dan kualitas SDM perencana.

Kurangnya koordinasi internal & antar bidang.

FAKTOR EKSTERNAL
NO PELUANG – O NO ANCAMAN- T
1

2

Kesempatan mengikuti Pendidikan dan pelatihan.

Komitmen SKPD lain untuk melaksanakan sistem perencanaan

1

2

Kurangnya koordinasi antar SKPD.

Kurangnya pemahaman masyarakat tentang sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan parsitipatif

2. Perumusan dan Penetapan Strategi

1. Perumusan Strategi

Teknik menginteraksikan faktor-faktor kunci keberhasilan agar terjadi sinergi mencapai tujuan dapat digunakan matriks SWOT. Matriks SWOT dapat digunakan sebagai sarana dalam menyusun beberapa strategi utama pada empat kuadran yang saling terkait dan fokus ke arah tujuan yang telah dirumuskan sesuai peta kekuatan masing-masing instansi. Beberapa ahli menganggap, ada 4 (empat) strategi utama yang dapat dirumuskan dalam empat kuadran SWOT yakni :

a. Strategi ekspansi dirumuskan pada kuadran I.

Dalam kuadran I ini dapat diinteraksikan, dipadukan kekuatan kunci dan peluang kunci sebagai suatu strategi SO kearah ekspansi atau pengembangan, pertumbuhan, perluasan dalam bidang tertentu, dalam mencapai tujuan atau peluang-peluang yang menjanjikan.

b. Strategi diversifikasi dirumuskan pada kuadran II.

Dalam kuadran II ini dapat diinteraksikan kekuatan kunci dan ancaman kunci sebagai suatu strategi ST untuk melakukan mobilisasi kekuatan kunci, dalam menciptakan diversifikasi, inovasi, pembaharuan, modifikasi di bidang tertentu dalam upaya mencegah ancaman kunci.

c. Strategi stabilitas / rasionalisasi dirumuskan pada kuadran III

Dalam kuadran III ini dapat diinteraksikan kelemahan kunci dan peluang kunci sebagai suatu strategi WO untuk menciptakan stabilitas atau rasionalisasi dalam bidang tertentu dalam upaya mencapai tujuan yang telah ditetapkan.

d. Strategi defensif / survival dapat dirumuskan pada kuadran IV.

Dalam kuadran IV ini dapat diinteraksikan kelemahan kunci dan ancaman kunci sebagai suatu strategi WT yang dapat menciptakan suatu keadaan yang defensif atau survival, efisiensi yang menyeluruh atau penciutan kegiatan operasional agar dapat bertahan atau keadaan tidak semakin terpuruk akibat desakan yang kuat dari ancaman kunci.

Berdasarkan matriks SWOT dapat disusun suatu formulasi strategi dengan menginteraksikan faktor-faktor internal dan faktorfaktor eksternal yang menjadi Faktor Kunci Keberhasilan seperti dalam diagram Formulasi strategi SWOT berikut :

Tabel 4.8. Formulasi Strategi SWOT

KAFI :

Kesimpulan Analisis Faktor

Internal

KAFE :

Kesimpulan Analisis

Faktor Eksternal

STRENGTH

  1. Sumber pembiayaan yang cukup untuk kelancaran pelaksanan tugas
  2. Sarana / prasarana Kerja yang memadai
WEAKNESS

  1. Belum meratanya kapasitas dan kualitas SDM perencana
  2. Kurangnya koordinasi internal & antar bidang
OPPORTUNITIES

  1. Kesempatan mengikuti Pendidikan dan latihan
  2. Komitmen SKPD lain untuk melaksanakan perencanaan
ASUMSI STRATEGI S-O

  1. Profesionalisme dan kreativitas SDM.
  2. Penyusunan Dokumen Perencanaan.
  3. Pengembangan database perencanaan
ASUMSI STRATEGI W-O

  1. Peningkatan kapasitas dan kualitas SDM perencanaan
  2. Pelaksanaan koordinasi perencanaan pembangunan
  3. Menciptakan suasana kerja yang kondusif
THREAT

  1. Kurangnya koordinasi antar SKPD.
  2. Kurangnya pemahaman masyarakat tentang sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan parsitipatif.
ASUMSI STRATEGI S-T

  1. Penysusunan dokumen sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah
  2. Koordinasi perencanaan pembangunan antar instansi
  3. Meningkatkan perencanaan partisipatif.
ASUMSI STRATEGI W-T

1.  Meningkatkan Koordinasi perencanaan, monitoring, evaluasi dan pengendalian pembangunan

2.  Meningkatkan partispasi masyarakat dalam perencanaan.

3.  Sosialisasi sistem dan mekanisme perencanaan pembangunan daerah

2. Penetapan Strategi dan Kebijakan

Merupakan keseluruhan cara atau langkah dengan penghitungan yang pasti untuk mencapai tujuan atau mengatasi persoalan. Cara atau langkah dirumuskan lebih bersifat makro dibandingkan dengan “teknik“ yang lebih sempit, dan merupakan rangkaian kebijakan. Sehingga strategi merupakan cara mencapai tujuan dan sasaran yang dijabarkan ke dalam kebijakan-kebijakan dan program-program.

Kebijakan merupakan suatu arah tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dan digunakan untuk mencapai suatu tujuan, atau merealisasikan suatu sasaran atau maksud tertentu. Oleh karena itu, kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan serta visi dan misi satuan kerja perangkat daerah.

Tabel 4.9

Tujuan dan Strategi

No Tujuan Strategi
1 2 3

1

2

MISI KESATU

Mewujudkan sumberdaya manusia perencana pembangunan daerah yang berkualitas dan profesional

Meningkatkan efisiensi dan efektivitas kinerja perencana pembangunan

a. Meningkatkan kegiatan orientasi

keperencanaan dan memperluas

wawasan dalam perencanaan

pembangunan

b. Melaksanakan Capacity Building SDM

perencanaan pembangunan

a. Meningkatkan kualitas pengelolaan

keuangan

b. Meningkatkan kinerja perencana

pembangunan

2

MISI KEDUA

Mewujudkan rencana pembangunan yang  berkelanjutan, dan berwawasan lingkungan

a.  Menyusun rencana pembangunan daerah yang mengakomodir perkembangan sosial-budaya dan kearifan lokal

  1. Merancang program pembangunan yang bertahap, berkelanjutan dan berorientasi kepada kondisi lingkungan

3

MISI KETIGA

Meningkatkan koordinasi perencanaan pelaksanaan, dan pengendalian  pembangunan

  1. Meningkatan efektivitas koordinasi pelaksanaan pembangunan daerah
  1. Mewujudkan kerjasama pembangunan

4

MISI KEEMPAT

Mewujudkan penanaman modal penelitian, dan pengembangan informasi/data statistik daerah untuk kemajuan dan kesejahteraan masyarakat

  1. Menginformasikan dan mempromosikan potensi dan peluang penanaman modal
  1. Menyajikan informasi/data statistik daerah

c.  Meningkatkan fungsi penelitian dan

pengembangan guna meningkatkan

kualitas produk perencanaan

5

MISI KELIMA

Meningkatkan kualitas pelayanan

  1. Memberikan pelayanan prima kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan daerah
  2. Mewujudkan pelayanan prima kepada lintas SKPD dan lintas kewilaya

F. Kebijakan

Kebijakan adalah suatu arah tindakan yang diambil oleh pemerintah dalam suatu lingkungan tertentu dan digunakan untuk mencapai suatu tujuan, atau merealisasikan suatu sasaran atau maksud tertentu. Oleh karena itu, kebijakan pada dasarnya merupakan ketentuan-ketentuan untuk dijadikan pedoman, pegangan atau petunjuk  dalam pengembangan ataupun pelaksanaan program/kegiatan guna tercapainya kelancaran dan keterpaduan dalam perwujudan sasaran, tujuan serta visi dan misi

satuan kerja perangkat daerah.

Tabel 4.10

Strategi dan Kebijakan

No Strategi Kebijakan
1 2 3

1

2

3

4

MISI KESATU

Mewujudkan sumberdaya manusia perencana pembangunan daerah yang berkualitas dan profesional

Melaksanakan Capacity Building SDM

perencanaan pembangunan

Meningkatkan kualitas pengelolaan

Keuangan

Meningkatkan kinerja perencana

Pembangunan

Meningkatkan kegiatan orientasi

keperencanaan dan memperluas

wawasan dalam perencanaan

pembangunan

Melaksanakan Capacity Building SDM

perencanaan pembangunan

a. Meningkatkan efisiensi dan efektivitas

kegiatan

b. Melaksanakan disiplin anggaran

Meningkatkan kinerja perencana

Pembangunan

  1. Meningkatkan sinkronisasi dan koordinasi  kegiatan

b. Meningkatkan kualitas konsep perencanaan pembangunan

1

2

MISI KEDUA

Menyusun rencana pembangunan daerah yang mengakomodir perkembangan sosial-budaya dan kearifan lokal

Merancang program pembangunan yang bertahap dan  berkelanjutan

  1. Melaksanakan penyusunan rencana pembangunan yang berorientasi kepada  kebutuhan berbagai sektor pembangunan termasuk social budaya dan potensi lokal
  1. Melaksanakan penyusunan rencana pembangunan jangka panjang, jangka menengah, dan tahunan yang berkelanjutan

1

2

MISI KETIGA

Meningkatan efektivitas koordinasi pelaksanaan pembangunan daerah

Mewujudkan kerjasama pembangunan

a. Melaksanakan sosialisasi desain

perencanaan pembangunan daerah

b. Melaksanakan fasilitasi perencanaan

pembangunan di tingkat kecamatan dan

desa

Mengembangkan hubungan kerjasama

antar daerah, antar dunia usaha/

lembaga

1

2

3

MISI KEEMPAT


Menginformasikan dan mempromosikan potensi dan peluang penanaman modal

Menyajikan informasi/data statistik daerah

Meningkatkan fungsi penelitian dan

pengembangan guna meningkatkan

kualitas produk perencanaan

Menyediakan informasi potensi peluang penanaman modal daerah

Menyediakan informasi/data statistik untuk kebutuhan penyusunan dokumen perenca-naan

Melaksanakan penelitian dan kajian yang

aplikatif dan kontributif terhadap

perencanaan pembangunan

1

2

MISI KELIMA


Memberikan pelayanan prima kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan daerah

Mewujudkan pelayanan prima kepada lintas SKPD dan lintas kewilayahan

Memfasilitasi pelayanan prima kepada semua pemangku kepentingan (stakeholders) pembangunan daerah

Memberikan pelayanan prima kepada lintas SKPD dan lintas kewilayahan